Mediasi

Kategori: Uncategorised Ditayangkan: Minggu, 23 Agustus 2015

Proses Mediasi


1. Proses Pra Mediasi

   - Para pihak dalam hal ini penggugat mengajukan gugatan dan mendaftarkan perkara

   - Ketua Pengadilan Negeri menunjuk majelis hakim.

   - Pada hari pertama sidang majelis hakim wajib mengupayakan perdamaian kepada para pihak melalui

     proses mediasi.

   - Para pihak dapat memilih mediator hakim atau non hakim yang telah memiliki sertifikat sebagai

     mediator dalam waktu 1 (satu) hari.

  - Apabila dalam waktu 1 (satu) hari belum ditentukan maka majelis menetapkan mediator dari para

    hakim.

2. Proses Mediasi

   - Setelah penunjukan mediator, para pihak wajib menyerahkan fotokopi dokumen yang memuat duduk

     perkara, fotokopi surat-surat yang diperlukan dan hal-hal lain yang terkait dengan sengketa kepada

     mediator dan para pihak.

   - Mediator wajib menentukan jadwal pertemuan untuk penyelesaian proses mediasi.

   - Pemanggilan saksi ahli dimungkinkan atas persetujuan para pihak, dimana semua biaya jasa ahli itu

      ditanggung oleh para pihak berdasarkan kesepakatan.

   - Mediator wajib mendorong para pihak untuk menelusuri dan menggali kepentingan para pihak dan

     mencari berbagai pilihan penyelesaian yang terbaik.

   - Apabila diperlukan, kaukus atau pertemuan antara mediator dengan salah satu pihak tanpa kehadiran

     pihak lainnya, dapat dilakukan.

3. Proses Akhir Mediasi

   - Jangka waktu proses mediasi di dalam pengadilan paling lama adalah  40 hari kerja, dan dapat

     diperpanjang lagi paling lama 14 hari kerja.

   - Jika mediasi menghasilkan kesepakatan, para pihak wajib merumuskan secara tertulis kesepakatan

     yang dicapai dan ditandatangani kedua pihak, dimana hakim dapat mengukuhkannya sebagai sebuah

     akta perdamaian.

   - Apabila tidak tercapai suatu kesepakatan, hakim melanjutkan pemeriksaan perkara sesuai dengan

     ketentuan Hukum Acara yang berlaku.

Dilihat: 309