KMA MAROKO HARAP CAKIM INDONESIA MENJADI HAKIM SURGA

Kategori: Berita Mahkamah Agung Ditayangkan: Senin, 15 Juli 2019 Ditulis oleh Administrator

KMA MAROKO HARAP CAKIM INDONESIA MENJADI HAKIM SURGA

Bogor – Humas MA: Melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Indonesia, Ketua Mahkamah Agung Maroko, Mostafa Faress beserta rombongan melakukan kunjungan ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Jum’at, 12 Juli 2019, di Mega Mendung, Bogor.  Pada kunjungan ini Mostafa menyampaikan kuliah umum di hadapan 520 calon hakim (cakim) dan 40 Ketua Pengadilan tingkat pertama 4 lingkungan peradilan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Acara yang dimoderatori oleh Dr. Hasbi Hasan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan ini diikuti juga oleh para pejabat eselon 2 dan 3 pada Pusdiklat Mahkamah Agung serta para Fungsional Widyaiswara.

Dalam acara tersebut Mostafa mengatakan bahwa menjadi hakim adalah pilihan paling sulit, karena di tangan hakim bergantung nyawa, harta, dan hidup mati seseorang. Meskipun begitu, masih menurut Mostafa hakim adalah jabatan mulia, jabatan yang diemban oleh para orang hebat, seperti Para Nabi dan para Sahabat. “Jadi berbanggalah kalian menjadi hakim,” kata Mostafa

http://103.16.79.44/cms/media/6207

Pada kesempatan yang juga dihadiri oleh Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung dan Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung ini, Mostafa mengatakan untuk menjadi hakim yang bisa dibanggakan haruslah memegang sifat-sifat keadilan. Lebih dari itu Mostafa mengatakan ada dua hal pokok bagi hakim yang harus dipegang erat-erat. Pertama, profesionalisme dan kedua prilaku atau akhlak. Mostafa mengatakan dalam pidatonya bahwa hakim itu ada dua golongan, hakim surga dan hakim neraka. Hakim yang memegang sifat keadilan, professional, dan menjaga prilaku akan menjadi hakim surga. “Kalian harus menjadi hakim surga,” kata Mostafa.

Setelah acara kuliah umum, Mostafa dan rombongan diajak mengelilingi komplek pusdiklat Mahkamah Agung dan menanam pohon Alpukat. “Kalau pohon ini berbuah, kabari saya,” ujar Mostafa yang disambut tawa seluruh hadirin. “Nanti kalau pohon ini berbuah, kami akan kabari, namun Yang Mulia harus kembali ke sini lagi untuk memetiknya sendiri,” jawab Kepala Badan Pusdiklat Zarof Ricard yang juga disambut tawa Mostafa dan seluruh hadirin. (azh/RS/photo:Pepy)  

 

Dilihat: 551